Modernisasi vs Kebudayaan


Siang ini ketika saya naik sebuah bus menuju kota Cilacap, saya melihat sebuah atraksi atau pertunjukan di perempatan jalan di dekat lampu lalu-lintas, masih di daerah Yogyakarta pinggiran. Atraksi ini dimainkan oleh tiga orang, dua orang menambuh Gamelan – alat musik tradisional Jawa, dan seorang menari Kuda Lumping di depan pengendaran kendaraan yang sedang berhenti karena lampu pengatur lalu-lintas berwarna merah.

Timbul pertanyaan dalam benak saya, apakah modernisasi ‘menggusur’ kebudayaan seperti itu?? Bagaimana ke depannya?? Apakah itu hanya sebagian kecil dari orang yang masih berusaha mencari makan dengan kebudayaan?? Karena sudah sangat jarang sekali, orang yang mengundang mereka untuk mengisi acara hajatan misalkan. Orang lebih suka dengan hiburan yang modern.

Bagaimana menurut Anda??

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s