CodeIgniter dan ExtJS
Sedang belajar CodeIgniter dan/atau ExtJS? silahkan kunjungi Latihan Pemrograman, semoga dapat menjadi panduan awal belajar CodeIgniter maupun ExtJS.
happy coding…
Sedang belajar CodeIgniter dan/atau ExtJS? silahkan kunjungi Latihan Pemrograman, semoga dapat menjadi panduan awal belajar CodeIgniter maupun ExtJS.
happy coding…
PERUBAHAN. Mungkin kata ini yang sering kita dengar sehari-hari, bagi kita yang berkecimpung di dunia development program, kata-kata ini menimbulkan efek pusing berkepanjangan
. Bagaimana tidak, program yang sudah kita susun dengan baik ternyata ada perubahan, perubahan, perubahan lagi, menimbulkan kejenuhan.
Dari beberapa project yang pernah saya ikuti, ternyata hal ini tidak dapat dihindarkan, tidak tahu apakah karena memang skala project yang belum profesional yang belum menerapkan Software Development Life Cycle(SDLC) dengan baik, kesalahan pada saat desain pada saat desain, atau memang dari pihak user yang tidak bisa membatasi pemikirannya sehingga dengan seiring perkembangan pemikirannya program juga harus berubah. Hal inilah yang membuat project tidak selesai tepat waktu dan orang yang terlibat project merasa jenuh.
Memang perubahan dalam proses development program sebisa mungkin dihindari, karena semua kemungkinan harus sudah didefinisikan pada waktu kita melakukan desain sistem, tapi yang namanya kekurangan pasti tetap ada. Nah, bagaimana menyikapi hal ini jika memang perubahan ini tidak mungkin dihindari sehingga perubahan ini mau tidak mau harus dilakukan. Menurut saya, lebih baik jika sistem yang kita kembangkan dibuat lebih fleksibel terhadap perubahan-perubahan yang mungkin terjadi, jadi memang sistem siap untuk menerima berbagai kemungkinan perubahan, dan kita juga siap jika perubahan memang tidak bisa lagi ditolak. Dengan demikian tidak akan ada frustasi yang berkepanjangan atas perubahan-perubahan yang terjadi, karena kita sudah menyiapkan semuanya dari awal, baik itu sistem dan diri kita. seperti kata pepatah kita “sedia payung sebelum hujan”, mungkin yang lebih ekstrim lagi adalah memandang perubahan itu sabagai tantangan untuk lebih maju lagi – walaupun untuk mengubah pola pikir ini bukan hal yang mudah
Jadi, persiapkan diri untuk perubahan
Sempat beberapa waktu yang lumayan lama saya berkutat dengan kebingungan karena request ajax saya lewat ExtJs mengembalikan respon ‘Aborted’. Identifikasi pertama saya adalah masalah di max_execution_time di setingan PHP nya, tapi walau sudah saya seting ke nilai yang lebih tinggi juga ternyata tidak pengaruh. Hal yang aneh adalah walaupun status yang dikembalikan adalah ‘Aborted’ tetapi query saya ke MySQL tetap dijalankan, berarti bukan masalah diPHPnya, pasti di ExtJs nya.
Setelah googling beberapa waktu lama dan melihat dokumentasi dari ExtJs ternyata request melalui Ext.Ajax.request punya properti timeout yang di-set ke 30000(miliseconds) praktis setelah 30 detik request ajax dibatalkan dan mengembalikan respon ‘Aborted’ walaupun script PHP di server masih dijalankan.
Ext.Ajax.request({
waitMsg: 'Wait a second...',
url: 'http://localhost/appl/proses/',
params: { strans: 'barang' },
timeout : 180000, // timeout di-set menjadi 180s
success: function(response) {
},
failure: function(response) {
}
});
Semoga bisa bermanfaat untuk kita semuanya,
Semangat berkarya..
Silahkan kunjungi Latihan Pemrograman untuk mengetahui berbagai macam latihan untuk menambah wawasan di dunia pemrograman..
Beberapa waktu lalu, saya sempat dipusingkan dengan settingan koneksi PHP ke Oracle di Fedora 12 x86_64. Karena selama ini belum pernah bekerja di lingkungan x86_64, dan jika di lingkungan 32bit cukup dengan LAMPP, untuk koneksi ke Oracle sudah saya bahas di artikel sebelum ini, tidak terlalu sulit. Setelah cukup lama mencari-cari kesana kemari, akhirnya saya menemukan artikel yang membahasnya di sini. Berikut saya rangkum prosesnya.
# yum install httpd php php-adodb php-pecl-mailparse phpmyadmin php-odbc php-pecl-fileinfo php-cli php-pear-file php-eaccelerator php-pecl-memcache php-pear-db php-common
# rpm -ivh oracle-instantclient11.2-basic-11.2.0.1.0-1.x86_64.rpm # rpm -ivh oracle-instantclient11.2-devel-11.2.0.1.0-1.x86_64.rpm
# pear install pecl/oci8
kemudian akan muncul perintah untuk memasukkan path dimana kita menempatkan Oracle Instant Client yang sudah kita install pada tahap 3. Jika Anda tidak memindahnya ke path yang lain secara default berada di /usr/lib/oracle/11.2/client64/lib. Masukkan instantclient,/usr/lib/oracle/11.2/client64/lib/ kemudian lanjutkan dengan menekan enter.
Ada satu tambahan lagi yang penting adalah secara default httpd di Fedora 12, modul mod_rewriter.so belum bisa dipakai walaupun modul ini sudah di-load. Untuk mengaktifkannya dengan cara mengganti properti di httpd.conf (/etc/httpd/httpd.conf) di bagian AllowOverride dari AllowOverride None menjadi AllowOverride All, kemudian restart service httpd. Demikian, semoga bermanfaat.
Tidak seperti versi untuk Windows, aktivasi driver Oracle untuk PHP oci8 di XAMPP untuk Linux atau LAMPP perlu tambahan driver yaitu Oracle Instant Client. Jika di versi Windows, kita tinggal menghilangkan comment di file php.ini pada line oci8, sementara di Linux kita harus menambahkan library Oracle Instant Client ini ke folder lib di instalasi LAMPP. Berikut yang perlu dilakukan untuk mengaktifkan oci8 di LAMPP:
root@daniel-laptop:/media/Data/Linux# tar -zxf xampp-linux-1.7.3a.tar.gz root@daniel-laptop:/media/Data/Linux# unzip oracle-instantclient-basic-10.2.0.4-1.i386.zip root@daniel-laptop:/media/Data/Linux# mv lampp /opt/ root@daniel-laptop:/media/Data/Linux# cp instantclient_10_2/* /opt/lampp/lib/
root@daniel-laptop:/media/Data/Linux# cd /opt/lampp/ root@daniel-laptop:/opt/lampp# ./lampp oci8 Please enter the path to your Oracle or Instant Client installation: [/opt/oracle] /opt/lampp/lib/ installing symlink... patching php.ini... OCI8 add-on activation likely successful.
Semoga membantu..
Adalah rdesktop yang dapat kita gunakan untuk melakukan remote desktop ke sistem lain, baik itu Linux maupun Windows, hanya saja mungkin kendala yang utama adalah masalah dukungan warna, namun bukan menjadi masalah utama karena sebagian kecil saja. rdesktop dapat digunakan melalui Terminal, dengan perintah rdesktop. Berikut contohnya dengan opsi yang banyak digunakan:
$ rdesktop -u daniel -p passwordku -f 192.168.1.111
-u : user, -p: password, -f : fullscreen dan terakhir adalah IP tujuan. Untuk mendapat lebih banyak opsi, silahkan Anda lihat manualnya. Semoga membantu.
referensi lebih lengkap di sini.
Setelah sekian lama, akhirnya saya mengupgrade firmware Nokia N73 Music Edition(ME) yang saya gunakan dan ternyata sudah tertinggal lebih dari 1 versi
Cukup mudah untuk melakukan upgrade firmware, karena sudah tersedia software khusus untuk upgrade, hanya tinggal koneksi ponsel dengan komputer, langsung terdeteksi versi firmware ponsel dan software ini akan langsung mencari di Internet, apakah ada versi terbaru atau tidak. Jika ditemukan versi terbaru, maka akan diberikan pilihan apakah akan mengupgrade atau tidak. Ow iya, software upgrade ini ada di menu Nokia PC Suite.
Upgrade file sebesar 68.xx MB berhasil terpasang dengan baik di ponsel saya, senang rasanya karena banyak yang cerita kalau upgrade sendiri banyak masalah yang mungkin timbul, bahkan ada di forum yang mengatakan ponsel dan memory card nya terkunci. Yang terlihat jelas ada perbedaan kecepatan, terasa lebih ringan ketika mengakses menu dan messages, dan juga ada beberapa aplikasi tambahan lain yang dibawakan, terasa lebih nyaman menggunakannya
.
Beberapa waktu yang lalu saya mencoba menginstal Sistem Operasi terbaru dari Microsoft, Windows 7. Sebenarnya hanya untuk mencoba saja, merasakan seperti apa, yang katanya lebih bagus dari versi sebelumnya Windows Vista. Sebelum instalasi Windows 7 di laptop saya sudah terpasang Ubuntu 8.04 yang saya gunakan untuk bekerja setiap harinya dan Windows XP yang hampir tidak pernah saya gunakan
. Instalasi Windows 7 dari DVD dan sudah dapat dibayangkan pasti hasilnya akan memakan banyak space hard disk. Betul saja, selesai instalasi Windows 7 dengan standar aplikasi bawaannya memakan space hard disk sebanyak 7,xx GB. Setelah beberapa waktu saya merasa sudah sudah cukup mencobanya dan ingin kembali ke Ubuntu 8.04, tapi saya belum sempat mengembalikan Grub Boot Loader nya. Lebih tidak baiknya, saat saya akan mengembalikan Grub Boot Loader, ternyata yang terjadi adalah DVDROM laptop saya rusak dan tidak dapat membaca CD maupun DVD. Cukup lama saya mencari-cari cara untuk mengembalikan Grub Boot Loader tanpa menggunakan CD atau DVD Linux, akhirnya saya dapat di sini.
Langkah-langkah yang saya lakukan adalah:
[boot loader] timeout=0 default=c:\grldr.mbr [operating systems] C:\grldr.mbr="Grub4Dos"
timeout 0 default 0 title grub2 find --set-root /boot/grub/core.img kernel /boot/grub/core.img boot
find /boot/grub/stage1
root (hd0,5)
setup (hd0)
reboot
Selamat mencoba
Waktu adalah salah satu bagian dalam hidup yang tidak dapat kita putar balik, tidak dapat berulang, tidak dapat menunggu, tidak dapat berhenti. Karenanya kita harus menggunakan waktu dengan sebaik-baiknya agar waktu yang kita miliki tidak terbuang dengan sia-sia. ‘Time is money’ adalah pepatah lama yang sering kita dengar ketika kita berbicara soal waktu. Tetapi kemudian di benak saya muncul pertanyaan, apakah waktu itu berharga bagi semua orang? Atau dengan kata yang lain, apakah semua orang itu menganggap bahwa waktu itu berharga?
Bagi saya, waktu tentu sangat berharga, karena itu saya terus menerus berusaha untuk mengatur waktu dengan sebaiknya dengan mengurangi kegiatan-kegiatan yang sekiranya sangat tidak berguna dan menggantinya dengan kegiatan yang lain yang lebih berguna untuk menambah wawasan, pengetahuan, uang, dll. Bukan hal yang mudah untuk melakukannya, tapi jika ada kemauan pasti ada jalan bukan?
Bagaimana dengan Anda? Apakah waktu berharga bagi Anda?
| S | M | T | W | T | F | S |
|---|---|---|---|---|---|---|
| « Jul | ||||||
| 1 | 2 | 3 | 4 | 5 | 6 | 7 |
| 8 | 9 | 10 | 11 | 12 | 13 | 14 |
| 15 | 16 | 17 | 18 | 19 | 20 | 21 |
| 22 | 23 | 24 | 25 | 26 | 27 | 28 |
| 29 | 30 | 31 | ||||